Media Gambar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
a. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’, atau ’pengantar’. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan utnuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987 : 234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator, media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran. (Arsyad, 2003 : 3).
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk mencerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas dan evisien pula.
Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. AECT (Associationfor Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:
1. Pesan; didalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
2. Orang; didalamnya mencakup guru, orang tua, tenaga ahli, dan sebagainya.
3. Bahan;merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran,seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT (over head transparency), program slide,alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).
4. Alat; yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti, hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. Di dalamnya mencakup proyektor OHP, slide, film tape recorder, dan sebagainya.
5. Teknik; yang dimaksud adalah cara (prosedur) yang digunakan orang dalam membeikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah,permainan/simulasi, tanya jawab, sosiodrama (roleplay), dan sebagainya.
6. Latar (setting) atau lingkungan; termasuk didalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.
Bahan & alat yang kita kenal sebagai software dan hardware tak lain adalah media pendidikan.
B. Rumusan masalah
Pada maklah ini akan kami bahas:
Penggunaan beberapa media dalam mempelajari qowa’id diantaranya:
1. Pengertian qowaid.
2. Kubus struktur
3. Papan slip
4. OHP
5. Peta
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Qowaid (Tarkib)
Yang dimaksud tarkib dalam bahasa Arab yaitu susunan ditinjau dari ilmu nahwu dan ilmu shorof. Pengertian dari ilmu nahwu sendiri adalah ilmu yang membahas kedudukan kalimah dalam bahasa Arab ditinjau dari segi I’rob dan bina’. Sedangkan ilmu shorof itu sendiri adalah perubahan asal suatu kata kepada beberapa kata yang berbeda untuk mencapai arrti yang dikehendaki yang bisa tercapai hanya dengan perubahan tersebut.
Sebelum melangkah lebih jauh kami akan membahas istilah-istilah yang ada dalam makalah kami ini, karena ada perbedaan antara pengertian dari bahasa indonesia dan dalam bahasan ilmu nahwu dan shorof. Jumlah adalah lafadz yang tersusun dari dua kalimah atau lebih. Kalimah adalah lafadz yang menunjukkan arti mufrod. Shighot adalah bentuk suatu kalimah ditinjau dari segi arti / maknanya. Seperti shighot fi’il madhi karena lafadz tersebut menunjukkan arti lampau atau sudah dikerjakan.
Tujuan mempelajari tarkib lughowi adalah keuntungan untuk mempelajari tarkib tersebut menggunakan gambar bukan melalui kaidahnya. Oleh karena itu melatih menggunakan jumlah itu mempermudah dalam mempelajari tarkib.
مثال تركيب
يَذْهَبُ عَلِيْ إِلَى اْلمَدْرَسَةِ فعِلْ + فَاعِلْ + جَْر + مَجْرُوْرٌ
Ada beberapa jumlah dalam bahasa Arab antara lain:
No تركيب مثال
1 فِعِلْ + فََََاعِلْ يَجْلِسُ + الضَّيْفُ
2 فِعِلْ + فَاعِلْ + مَفْعُوْلٌ بِهِ يَكْتُبُ + الطَّالِبُ + الَّدرْسَ
3 فِِعِلْ + فاَعِلْ + حَالْ يَجْرِى + الحِْصَانُ + جَرْياً
4 فِعِلْ + فاَعِلْ + مَفْعُوْلٌ مُطْلَقْ جاَءَ + عَلِيٌ + ضَاحِكًا
5 ِفعِلْ + فَاعِلْ + جَْر + مَجْرُوْرٌ
يَنَامُ + أَبِى + فِى + الْحُجْرَةِ
6 فِعِلْ + فَاعِلْ + ظَرَفْ + اِسِمْ
يُصَلِّى + اْلمَأْ مُوْمُ + خَلْفَ + لإِمَامِ
7 مُبْتَدَأْ + خَبَرْ
اَلْبَيْتُ + كَبِيْرٌ
8 مُبْتَدَأْ + جَرْ + مَجْرُوْرٌ
اَلْقَلَمُ + فِى + اْلجَيْبِ
9 مُبْتَدَأْ + جُمْلَةْ اِسْمِيَةْ
اَ لَّرجُلُ + كَلاَمُهُ + فَصِيْحٌ
B. Kubus struktur
Kubus struktur adalah sebuah kotak yang berbentuk kubus yang kesemua sisinya ukurannya sama,.biasanya ukuran sisinya antara 40-45 cm. kubus ini terbuat dari kertas yang kuat atau triplek. Kubus struktur tersusun tiga kubus atau lebih dari tiga yang didalamnya memuat unsur-unsur kalimah yang telah diajarkan oleh guru.
Pada setiap sisi kubus ditulis kalimah dengan tujuan sebagai media untuk mempelajari susunan kalimah.misalkan saja pada kubus pertama dibuat kalimah yang mempunyai kedudukan sebagai mubtada’ atau pada kubus kedua sebagai fi’il pada kubus ketiga sebagai maful bih pada kubus keempat sebagai hal. Kalimah itu diletakkan pada kertas dan ditempelkan pada kubus.
Kubus struktu ini cocok untuk untuk mempelajari kedudukan kalimah. Langkah penggunaan kubus kalimah:
1. Letakkan kubus strukturpada meja yang tinggi dengan urutan kaliamahnya.
2. Bacalah kaliamah yang terdapat pada sisi kubus dua atau tiga kali.
3. Guru mencari materi kemudian guru membaca lalu diikuti oleh para murid.
4. Putar kubus pertama untuk belajar mubtada’ jika ingin belajar tentang fi’il putarlah kubus yang kedua jika ingin belajar mengenai maful bih putar kubus yang ke tiga.
5. carilah kalimah yang baru dari materi qiro’ah.
يَكْتُبُ
الدَّرْ سَ
قَائِمًا
َالْمُدَرِسُ
الصورة مكعبات التركيب
C. Papan selip
Papan selip merupakan media yang berupa papan yang memiliki kantung atau saku. Papan ini ditempelkan pada papan tulis yang dilekatkan pada dari ujung kiri ke ujung kanan. Papan ini dibuat dari karton. Ukurannya 100 cm x 70 cm. Papan selip sangat membantu siswa dalam mempelajari tarkib dan mengurutkan kalimat, menyempurnakan jumlah dengan mengganti gambar sebagai kalimat. Lebih bagusnya untuk pembaca, membaca dulu.
Langkah-lanhkah dalam menggunakan papan selip sebagai media dalam mempelajari tarkib atau kedudukan kalimah.
a. Perubahan shighot..
Langkah ini dibagi menjadi dua yaitu persiapan dan pendahuluan.
1. Persiapannya.
1) Menentukan judul yang dinginkan misalkan ingin mengubah fi’il menjadi isim fai’l.
2) Sediakan kalimah yang akan digunakan sebagai latihan dalam perubahan bentuk kalimah.
3) Tulislah setiap kalimah dari bentuk tarkib kedalam kartu dengan garis yang besar (penulisan fi’il dengan warna merah atau dengan garis bawah).
4) Tulislah pada kertas isim fa’il dari setiap fi’il yang lain sesuai dengan kalimah yang ada.
2. Pendahuluan
1) Letakkan papan pada dinding di depan siswa.
2) Letakkan seluruh kalimah yang telah ditulis dalam kertas masukkan ke dalam kantong dan berilah jarak pada setiap jumlah/ kalimah.
3) Bacalah kalimat yang dibuat sebagai contoh dua kali kemudian carilah pelajaran lain dan ulangilah.
4) Jelaskan arti/ terjemahan kalimah itu.
5) Menjelaskan jabatan/ fungsinya.
6) Carilah dari pelajaran perubahan fi’il dalam jumlah (kalimat) yang kedua menjadi isim fa’il.
7) Carilah kalimah yang baru dari pelajaran qiro’ah atau yang lain.
8) Lihatlah pekerjaan temanmu jika pekerjaan temanmu salah maka betulkanlah.
1 مُحَمَّدٌ يَذْهَبُ إِلَى الصَّيْدَلِيَةِ
2 فَاطِمَةٌ تَجْلِسُ فِى الْحُجْرَةِ
3 َالتِّلْمِيْذُ تَدْخُلُ فِى اْلفَصْلِ
4 َالْمُدَرِّسُ يَقِفُ اَمَامَ السَّبُوْرَةِ
صورة لوحة الجيوب للتدريب على تحول الصيغ
b. Menyempurnakan kalimah.
Penggunaan papan selip yang kedua untuk berlatih menyempurnakan jumlah.
1. Persiapannya
1. Batasilah judul yang anda inginkan misalkan untuk berlatih adad (bilangan).carilah kalaimah dan gambar yang anda butuhkan untuk berlatih sesuai dengan judul.
2. Tulislah setiap kalimah dari semua kalimah ke dalam satu kartu.
3. Tulislah adad dan ma’dud setiap jumlah (kalimah)satu kalimat untuk mudzakar, muanats, mufrod, tasniyah dan jamak.
1. Pendahuluan
1) Taruh papan di depan pada saat pelajaran..
2) Letakkanlah seluruh kalimah dan gambar yang diinginkan yang telah ditulis pada kantong / saku.
3) Bacalah kalimah yang belum sempurna, bacalah contonya kemudian jelaskan makna / artinya.
4) Terangkan bagaimana cara mengerjakannya dengan memberikan contoh.
5) Carilah dari pelajaran yang lain yang ada hubungannya dan benarkan jika ada kesalahan.
6) Lanjutkan kalimah hingga selesai semuanya.
فى الحديقة
انااذهب الى الجامعة ب
الغلمان يشتري
صورة لوحة الجيوب للتدريب على تكملة الجملة با لمثير الصورى
D. Proyektor transparansi (OHP)
Transparansi yang diproyeksikan adalah visual baik berupa huruf, gambar, grafik atau gabungannya pada lembaran tembus pandang atau plastic yang dipersiapkanuntuk diproyeksikan kesebuah layer atau dinding melalui sebuah proyektor. Kemampuan proyektor memperbesar ganbar membuat media ini berguna untuk menyajikan informasi kelompok yang besar dan pada semua jenjang.
Kelebihan OHP
1. Pantilan proyeksi gambar dapat terlihat jelas pada ruangan yang terang sehingga guru dan murid tetap dapat saling melihat.
2. Dapat menjangkau kelompok yang besar.
3. Guru dapat selalu bertatap muka dengan siswa karena OHP dapat diletakkan di depan kelas.
4. Transparansi dapat dengan mudah dibuat sendiri oleh guru.
5. Peralatannya mudah dioperasikan dan tidak memerlukan perawatan khusus.
6. Memiliki kemampuan untuk menampilkan warna.
7. Dapat disimpan dan dapat digunakan berulang kali.
8. Dapat dijadikan pedoman dan penuntun bagi guru dalam penyajian materi.
Keterbatasan OHP
1. Fasilitas OHP harus tersedia.
2. Listrik pada ruang / lokasi penyajian harus tersedia.
3. Tanpa layar yang dapat dimiringkan sulit untuk mengatasi distorsi tayangan yang berbentuktrapesium.
4. Harus memiliki teknik khusus dalam pengaturan baik penyajian maupun penyampaian.
E. Peta
Peta baik untuk dibuat sebagai media pembelajaran tarkib nahwu. Contoh penggunaan peta sebagai media pembelajaran tarkib:
ما هذه ؟ هذه_________. ما هذا ؟ هذا___________
Guru menunjuk peta Negara dengan menggunakan tongkat sambil berkata ما هذه؟
Kemudian menjawab هذه مصر kemudian dilanjutkan ke Negara yang selanjutnya
Guru juga dapat menanyakan tempat / kota dalam peta misalakan saja
اين القاهرة ؟ القهرة فى المصر.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yanga amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media.
Media mempunyai manfaat dan fungsi sebagai sarana bagi guru untuk dapat menyampaikan materi pelajaran menjadi lebih menarik, tidak hanya monoton, siswa tidak hanya diajak untuk berhayal dan membayangkan saja tetapi siswa dapat melihat kenyataan walaupun hanya melalui gambar ataupun video.
B. Saran
Sebaiknya bagi seorang guru dapat menggunakan media pembelajaran sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan dan motivasi belajar menjadi lebih meningkat. Dalam makalah kami ini hanya sebagian saja dari media pengajaran qowaid mungkin para pembaca dapat menambah media yang lain yang masih memungkinkan untuk digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
اسرار, اما م. الوسائل المعينات فى تعليم لغة العربية. ما لانج: معهد العالى لفن التدريس وعلوم التربية.
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta. Rajawali pers
Shofwan, sholihuddin. 2000. Pengantar Al Qowa’id Al Shorfiyyah. Lirboyo: lirboyo pers.
Busyro, Muchtarom. 2007. Shorof Wadhih. Yogyakarta: Putra Menara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s